Dingin malam menyelimuti tulang daging dan kulitku disaat mata ini ingin terpejam dari segala keletihan yang dirasakan, aktivitas yang melelahkan dengan cahaya mentari yang semakin menyengat, perlahan membakar seluruh tubuhku, mengeluarkan cairan dari pori pori kulit seakan tak berhenti hingga aku tersandar di balik sejuknya pohon yang rindam disebelahku. Menahan terpejamnya  mata ini menghindar dari keburukan saat aku tertidur nanti, kehilangan akan kurasakan kehilangan akan kudapat jika aku abaikan mentari dari terlarut dalam tidur siangku, panas matahari adalah tanda dimana aku harus bersemangat mencari sesuatu yang dapat mengubah diriku.

Terlelap dengan aktifitas, kebencian akan sengatan mentari yang membuat aku harus merasakan perih pada kulitku memberikan gerakan ketidakpuasan dan keluhan kepadaku dalam bekerja, tetapi ini matahariku tanpa dia aku tak dapat berjalan , dan kurindu hadirnya dia dipagi hari disaat kududuk dan menikmati serpihan cahaya yang masuk kedalam kamarku, dan kurasa ini indah , kurasa ini semangat baru bagiku , dengan senyuman ku sambut matahari pagi yang menghangatkan tubuhku dan cahayanya bergejolak dalam semangat indonesiaku…………

Dan aku adalah garuda Indonesia yang mengintari mentari hingga malam menidurkanku …………

Create by Kaka iyan “indonesiaku garudaku”