Di negeri tercinta yang luasnya gak kepalang ini dari sabang sampai merauke terlalu banyak perguruan tinggi, sekolah tinggi dan swasta maupun negeri, yang menciptakan banyak ribuan sarjana bahkan jutaan sarjana setiap tahun dari sarjana muda, sarjana tua hingga sarjana tua rentapun ada hahahaha, tp yang kita liat sekarang berbanding terbalik dengan kata kata tadi , seakan perguruan tinggi banyak menciptakan pengangguran yang berintelek luar biasa, karena apa karena minimnya lapangan pekerjaan saat ini

jecko ( hahahah bukan produk kue bro ) sedikit de javu ma cerita kemaren,

Gua tamat ESDE lanjut ke ESEMPE dan Lanjut ke ESEMAAH dan setelah tamat gua jual ESTELER keliling hahahah becanda gw kuliah di salahsatu perguruan tinggi swasta bukannya gua sombong tapi emang gua gak pernah suka ma perguruan negeri kenapa karena gua ini dari ESDE ampe ESEMAH gua jebolan swasta dan gak mungkinlah gua berhianat tuk kuliah di negeri hahahaha,…

Riwayat keluarga gua dari nenek moyang gua ampe keturunan gua sekarang semuanya sarjana gak tau dulu nenek moyang gua kuliah dmana gak peduli yang penting gua tau nenek moyang gua sarjana,

Gua sebenarnya gak berniat  tuk lanjut kuliah karena gua suka bangat sama sepakbola , Tapi tapi tapi tau sendiri, otak orang jaman dulu sudah dirasuk  dengan stempel kelulusan dari perguruan tinggi, akan terlihat keren dengan toga menghiasi tubuh anaknya, tapi gak tau kalau toga itu seakan kain kafan yang menghiasi tubuh anaknya.

Gua sangat pintar dalam menganalisis sesuatu yang terjadi nanti, yang gua dapat dalam analsis gua sebelum lulus sma yaitu adalah gua harus merayu orang tua, supaya  gw gak usah kuliah namunnnnnnn tau gak apa yang gua dapat dari hasil analisa gua , gua digampar, kiri kanan kiri dan kanan lagi gua seakan terkena pukulan Mike Tyson yang bertanding melawan hollifield seakan telinga gua degigit oleh bokap gua tapi yang ini dengan caci maki yang menyayat telinga gw,…

gua dengan sabar menenangkan bokap gua untuk mendengarkan alasan yang gua punya, gua bilang kepada bokap, dan bokappun setuju dan serius ingin mendengarkan alasan gua, gw pun beraksi setlah gua menyapu bersih cairan bening  yang keluar dari mata gua , astaga gua nangis waktu digampar J,…gua mulai menjelaskan, gua bilang ini semua bukan alasan yang asal asalan karena alasan ini sudah gua barengin dengan survei langsung ke lapangan ,

bokap gw pun sangat yakin dengan pendahuluan gua, sekarang  masuk ke isinya, gua bilang ke bokap, dari penelitian dan survey gua dilapangan, yang pertama gua itu melihat banyak sekali penggaguran yang  nama mereka selalu ada gelarnya atau embel2 , alias mereka adalah sarjana, kedua gua melihat sedikitnya lapangan pekerjaan yang ada yang tidak dibarengi dengan produksi perguruan tinggi setiap tahunnya, ( bokap gw makin serius man ) yang ketiga banyak sekali sarjana yang mendapatkan tempat dalam kerjaan tidak sesuai dengan gelar mereka biar tidak menganggur aja…jadiiii……kesimpulannya, bokap gua mulai tersenyum mendengar analisis gua tadi dan berkata “kesimpulannya apa anakku” wuissstttt gua mulai bangga dengan kata2 bokap gua “anakku” yang gua rasa kata itu 1 berbanding 1000 dengan nama2 hewan di kebun binatang yang familiar dengan panggilannya ke gua dan  panggilan itu ( ANAKKU ) yang gua kira akan gua denger dua kali dalam hidupku yaitu saat gua nongol kedunia dan saat gua cabut dari dunia ternyata salah bukan dua tapi tiga kali,..hehehe

gua mulai berbicara dengan keyakinan diri , kesimpulannya adalah dari pada gua harus seperti mereka-mereka yang sarjana tapi pengangguran  dan bekerja di gaji tidak sesuai dengan pendidikan dan posisi mereka dan karena lapangan pekerjaan yang sangat minim lebih baik gua bermain sepakbola karena lapangan sepakbola sangat banyak di kampung gua  apalagi di Indonesia ini jadi gak sulit gua mencari lapangan sepakbola dibandingkan dengan lapangan pekerjaan dan gua yakin dengan kemampuan gua gua akan mendapatkan posisi yang gua sukai yaitu seorang pemain sayap,…setelah gua ngomong sayap ada tendangan bebas dilakukan bokap gua persis di belakang gua, untung aja gua bilang pemain sayap kalau saja gua bilang gua jadi penyerang tunggal bisa bisa sesuatu yang “tunggal” di tubuh gua di tendang ma bokap gua……..jurus kaki seribu gua keluarin agar menjauh dari bokap gua…..

TO BE Continue…………….

By kakaiyan bukan jecko

INDONESIAKU GARUDAKU